728x90 AdSpace

  • Berita Terkini

    Saturday, March 22, 2014

    Puisi Karya Robi Akbar






    ROBI AKBAR



    Anakku Menghayati Pagi


    anakku menghayati pagi
    dalam keheningan batu dan kelopak kembang kertas
    yang jatuh di taman
    ia dengar angin bersenandung
    melagukan irama asing dari negri yang jauh
    merekahkan kekosongan di mulut kepompong
    menarikan rumputan dan ilalang dalam kenang

    anakku menghayati pagi
    menyapa udara yang tenang
    di taman yang lengang
    ia dengar burungburung berkicauan
    di antara jarijari kecilnya yang meraba gerimis
    begitu ritmis

    Anakku Membaca

    anakku membaca sobekan sejarah
    pada selembar koran di pinggir comberan
    ia membaca hutanhutan yang resah dalam kepunahan
    pohonpohon kebajikan tercerabut sampai ke akarnya
    ribuan binatang lari dan hilang entah ke mana
    angin sasar
    udara tercemar
    siapakah yang membakar hutanhutan dan membangun pabrikpabrik keserakahan itu? tanyanya di dalam hati

    anakku membaca juga kotakota roboh dan orangorang bersiap dengan segala pembenaran sebagai alasan
    ia membaca kakikaki zaman berpatahan
    mengejar nasibnya sendiri
    sementara tangantangan waktu tak mampu menahan laju kecemasannya

    anakku membaca anakanak lain
    menggendong setumpuk buku yang gelisah menuju sekolah
    belajar menghitung impian dan harapan yang semakin samar
    lalu hujan
    dan segala bencana membanjiri rumahrumah mereka
    hingga tak ada lagi yang tersisa selain kepasrahan

    anakku membaca sobekan sejarah
    pada selembar koran di pinggir comberan
    ketika diamdiam banjir menenggelamkannya ke comberan yang sama

    bi'14

    Anakku Sakit

    ada boneka beruang meraungraung di kepalanya
    sama persis seperti milik anak tetangga yang kulihat pagi tadi sebelum berangkat bekerja
    anakku terbaring
    badannya panas darah di dalam tubuhnya seperti mendidih
    ia meracau ketika boneka beruang itu mencakarcakar ingin di hatinya
    anakku sakit
    dadaku serasa terhimpit
    sakit

    bi'12


    Pagi yang Bening dan Lembar Cahaya

    I

    pagi yang bening itu
    membuka lembarlembar cahaya
    melepas angin dan kicau burungburung
    dari kelopak matamu

    jejak yang hapus
    lantaran hujan merayakan kelam semalaman
    seperti langkah jarumjarum jam yang meninggalkan waktu
    jemariku meraba dinding kata yang tak terbaca
    meyusur lorong gelap tanpa makna
    kalimatkalimat terjebak dalam sajak

    II

    di pagi yang bening itu
    kelopak matamu
    merangkum dingin dan lirih erangan angin
    medekap hening
    daundaun asam yang menguning sebelum berguguran
    lalu jemariku lumpuh
    hilang rasa raba
    tak bisa membaca
    sajak yang terluka di lembar cahaya

    bi'13-14
    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Puisi Karya Robi Akbar Rating: 5 Reviewed By: r3nc0n9
    Scroll to Top