Dewi Ria Angela/Teraslampung.com
JAKARTA--Gubernur DKI Jakarta Joko Widodo mengaku tidak khawatir banjir yang akhir-akhir ini melanda Ibukota dimanfaatkan para pesaingnya untuk menyerangnya. Jokowi mengaku akan tetap fokus mengatasi banjir dan tidak mau meladeni ‘serangan’ terhadapnya.
“Saya tidak mau ambil pusing. Mau dipolitisir silakan. Mau ditembak, mau diapain ya ndak apa-apa," kata Jokowi, saat meninjau baniir di kawasan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (13/1/2014).
Jokowi mengatakan masalah banjir di Ibukota tidak dapat diselesaikan dalam 1-2 tahun. Makanya, ia tidak peduli dengan suara-suara sumbang yang memojokkannya dan meragukan dalam mengatasi masalah banjir di Jakarta. Ia memilih akan tetap fokus menjalankan program yang telah ia lakukan yaitu melakukan normalisasi sungai dan waduk.
"Memang butuh waktu. Yang penting bagaimana kerja cepat, fokus. Tapi ya tidak bisa dalam tempo cepat bisa mengatasi banjir. Perlu waktu,”ujarnya.
Menurut Jokoki saat ini program normalisasi sungai belum berjalan maksimal. Ia mencontohkan kota besar lainnya di negara lain seperti Belanda yang membutuhkan waktu ratusan tahun untuk mampu mengatasi banjir.
"Ingat, Rotterdam bisa mengatasi banjir setelah 200 tahun mencoba.. Kita normalisasi saja memang belum selesai. Kita memang harus ngomong apa adanya," ujarnya.
Menurut Jokowi yang terpenting saat ini adalah melakukan koordinasi di lapangan baik itu di jajaran internal Pemprov DKI maupun pemerintah pusat dalam melakukan distribusi bantuan bagi para korban banjir dan melakukan langkah antisipasi meluasnya dampak banjir.
"Kami tidak kerja sendiri. Untuk mengatasi banjir kami, kerja sama dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah di sekitar Jakarta. Seperti hari ini, airnya kan hampir 80 persen dari wilayah atas, dan 13 sungai besar ini kan tanggung jawab pemerintah pusat. Ini harus jelas," papar Jokowi.
Jokowi mengatakan Pemprov DKI tidak mau ada istilah lempar tanggungjawab dalam penangangan banjir di Jakarta. Sebab, antara tiap instansi telah memiliki kewenangan dan tugas masing-masing.
"Saya tidak mau terlalu terkotak-kotak seperti itu. Yang penting bagaimana kerja cepat, fokus. Namun bukan dalam artian setahun-dua tahun, perlu waktu," ujarnya.
![]() |
| Jokowi di tengah banjir Jakarta. (Foto Dok Metronews) |
“Saya tidak mau ambil pusing. Mau dipolitisir silakan. Mau ditembak, mau diapain ya ndak apa-apa," kata Jokowi, saat meninjau baniir di kawasan Pluit, Penjaringan, Jakarta Utara, Senin (13/1/2014).
Jokowi mengatakan masalah banjir di Ibukota tidak dapat diselesaikan dalam 1-2 tahun. Makanya, ia tidak peduli dengan suara-suara sumbang yang memojokkannya dan meragukan dalam mengatasi masalah banjir di Jakarta. Ia memilih akan tetap fokus menjalankan program yang telah ia lakukan yaitu melakukan normalisasi sungai dan waduk.
"Memang butuh waktu. Yang penting bagaimana kerja cepat, fokus. Tapi ya tidak bisa dalam tempo cepat bisa mengatasi banjir. Perlu waktu,”ujarnya.
Menurut Jokoki saat ini program normalisasi sungai belum berjalan maksimal. Ia mencontohkan kota besar lainnya di negara lain seperti Belanda yang membutuhkan waktu ratusan tahun untuk mampu mengatasi banjir.
"Ingat, Rotterdam bisa mengatasi banjir setelah 200 tahun mencoba.. Kita normalisasi saja memang belum selesai. Kita memang harus ngomong apa adanya," ujarnya.
Menurut Jokowi yang terpenting saat ini adalah melakukan koordinasi di lapangan baik itu di jajaran internal Pemprov DKI maupun pemerintah pusat dalam melakukan distribusi bantuan bagi para korban banjir dan melakukan langkah antisipasi meluasnya dampak banjir.
"Kami tidak kerja sendiri. Untuk mengatasi banjir kami, kerja sama dengan pemerintah pusat dan pemerintah daerah di sekitar Jakarta. Seperti hari ini, airnya kan hampir 80 persen dari wilayah atas, dan 13 sungai besar ini kan tanggung jawab pemerintah pusat. Ini harus jelas," papar Jokowi.
Jokowi mengatakan Pemprov DKI tidak mau ada istilah lempar tanggungjawab dalam penangangan banjir di Jakarta. Sebab, antara tiap instansi telah memiliki kewenangan dan tugas masing-masing.
"Saya tidak mau terlalu terkotak-kotak seperti itu. Yang penting bagaimana kerja cepat, fokus. Namun bukan dalam artian setahun-dua tahun, perlu waktu," ujarnya.

0 comments:
Post a Comment