Dewi Ria Angela/Teraslampung.com
JAKARTA--PT Bank Mandiri (Persero) Tbk memperkirakan pertumbuhan kredit kepemilikan rumah (KPR) selama 2014 berada di kisaran 17-20 persen. Artinya lebih tinggi dari target pertumbuhan kredit secara umum tahun lalu yang berada pada kisaran 16-18 persen.
"Kredit kami tumbuh 16-18 persen di 2014. Mungkin kami bisa 1-2 persen di atas tingkat pertumbuhan tersebut, sekitar 17-20 persen, untuk tingkat pertumbuhan sektor properti," kata Direktur Finance and Strategy Bank Mandiri, Pahala N Mansury di Jakarta, Senin (13/1).
Menurut mengatakan lebih tingginya pertumbuhan kredit di sektor KPR itu disebabkan antara lain oleh rencana Bank Mandiri untuk lebih fokus pada kredit kepemilikan rumah (KPR). Pada tahun ini Bank Mandiri akan mengupayakan untuk meningkatkan pembiayaan pada perumahan murah.
"Kami memang berencana bisa meningkatkan kredit konsumsi. Khususnya yang terkait dengan kredit perumahan murah dengan Kementerian Perumahan Rakyat. Kami harus berhati-hati juga di 2014 ini, terkait dengan pembiayaan di sektor konsumsi. Karena tingkat bunga yang ada, tentunya akan mempengaruhi permintaan perumahan," ujarnya.
Menurut Pahala hingga Triwulan IV-2013 tingkat kredit bermasalah (NPL) Bank Mandiri masih dalam batas aman.
"NPL sangat baik untuk KPR, 1,5-1,8 persen atau jauh lebih rendah daripada NPL nasional. Kalau NPL secara keseluruhan di bawah 1,7 persen. Sejauh ini kami belum melihat kenaikan NPL," katanya

0 comments:
Post a Comment