728x90 AdSpace

  • Berita Terkini

    Saturday, April 12, 2014

    Dicurangi, Caleg Demokrat Mengamuk di PPS



    Siti Qodratin Aulia, Isbedy Stiawan ZS/Teraslampung.com


    Bandarlampung—Hendra Mukti, calon legislatif (Caleg) dari Partai Demokrat mengamuk di PPS, Sabtu (12/4) malam. Caleg DPRD Kota Bandarlampung tersebut merasa dicurangi dengan cara mencuri suara dari Dapil Kelurahan Tanjung Raya, Kecamatan Tanjungkarang Timur, Bandarlampung.

    Hendra Mukti dengan sekitar 50 orang pendukungnya mendatangi Kantor Kelurahan Tanjung Raya, dengan mendengadari mobil dan motor. Mereka langsung masuk kantor yang sedang menggelar rapat.

    Hendra dan 50 orang pendukungnya mempertanyakan formulir D1 Partai Demokrat dikosongkan setelah rapat pleno PPS Kelurahan Tanjung Raya, sementara partai lain sudah diisi.

    Hendra Mukri marah karena anggota PPS memberikan alasan bahwa form D1 Partai Demokrat tidak ditandatangani karena tidak ada saksi. “Padahal, beberapa partai lain saat itu juga tidak ada saksi namun sudah ditandatangani walaupun tanda tangan palsu,” kata Hendra.

    Hendra menilai, ada upaya pencurian suara dari kasus ini, Sebab, ia mengkalim telah mengumpulkan form C1 dari saksi yang ditempatkan di Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada dapilnya.

    Kini tim sukses Hendra, PPS, PPK, dan Panwascam masih menyelidiki masalah ini. Apakah kasus ini hanya terjadi di kelurahan tersebut atau di kelurahan lain.


    Caleg Demokrat di Gowa juga Mengamuk

    Sementara itu, kericuhan juga terjadi saat penghitungan suara di Kelurahan Pandang-pandang, Kecamatan Somba Opu, Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Sabtu (12/4) malam.

    Kericuhan dipicu oleh salah satu caleg asal Partai Demokrat bersama pendukungnya mengamuk saat penghitungan suara di tingkat PPS. Mereka mengobrak-abrik meja dan kursi kantor kelurahan setempat. Sehingga  penghitungan suara terpaksa dihentikan.

    Caleg tersbeut tidak terima suaranya tiba-tiba hilang di tingkat PPS. Dia menduga petugas PPS setempat sengaja menghilangkan suara dari caleg Partai Demokrat dan dipindahkan ke caleg
    lain.

    Kecurangan tersebut diketahui saat penghitungan suara di Kantor Kelurahan Pandang-pandang. Sebelumnya caleg dari Demokrat memeroleh 24 suara ditingkat TPS, saat penghitungan di
    PPS jumlah berkurang 10 suara.

    Sejumlah petugas kepolisian segera menghalau aksi massa tersebut, agar tidak terjaid anarkis yang tidak diinginkan.



    • Blogger Comments
    • Facebook Comments

    0 comments:

    Post a Comment

    Item Reviewed: Dicurangi, Caleg Demokrat Mengamuk di PPS Rating: 5 Reviewed By: r3nc0n9
    Scroll to Top