![]() |
| Sungai Sario di Manado meluap. (Foto Tribunnews) |
“Warga harus tetap waspada jika terjadi bencana susulan. Warga diharapkan untuk mengungsi dahulu ke tempat yang lebih aman,” kata Gubernur Sulawesi Utara, Sinyo Harry Sarundajang, di Manado, Rabu (15/1).
Sarundajang mengimbau masyarakat yang dilanda bencana alam, untuk mengungsi dahulu ke tempat yang lebih aman, sebab cuaca buruk diperkirakan masih akan terjadi sampai tiga atau lima hari ke depan.
“Sesuai informasi BMKG, diperkirakan cuaca buruk masih akan terjadi di Sulut. Saya berharap seluruh masyarakat untuk tetap waspada,” kata dia.
Gubernur mengatakan koordinasi tim penanggulangan bencana untuk terus ditingkatkan, guna menyelamatkan masyarakat dan meminimalikan korban jiwa maupun harta benda.
“Koordinasi dengan masyarakat juga sangat penting. Mari kita trus berupaya supaya tak ada lagi korban jiwa di bencana ini,” ujarnya.
Menurut Gubernur Sarundajang, upaya evakuasi warga harus dilakukan secara cepat, tepat dan tanggap.
“Penting juga untuk diperhatikan yaitu ketersediaan logistik, pangan, sandang dan obat-obatan agar dapat disalurkan kepada warga yang membutuhkan. Setiap perkembangan agar dilaporkan secara berjenjang dan diambil tindakan maupun langkah-langkah apabila dalam keadaan mendesak,” tandasnya.
Berharap Bantuan
Sementara itu sejumlah wilayah di Kota Manado, Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), hingga kini masih terendam banjir. Korban banjir di Kota Manado yang sedang dalam pengungsian, berharap untuk mendapatkan bantuan makanan dan pakaian serta obat-obatan.
“Kami berharap pemerintah untuk memberikan kami bantuan pakaian dan bahan makanan,” ujar Jerry dan Onal, warga Pall Dua yang mengungsi di tenda darurat yang dibangun di tepi jalan.
Mereka juga meminta supaya pengungsi banjir mendapatkan bantuan selimut maupun air bersih, untuk diberikan kepada anak-anak dan orang tua.
“Sebab sampai saat ini kami belum menerima bantuan apapun dari pihak pemerintah setempat,” kata Jerry.
Hingga Rabu malam hujan yang disertai angin kencang terus menguyur Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) dan sekitarnya. Hujan dan angin kencang terjadi sejak sejak Selasa (14/1) masih melanda Kabupaten Minsel serta sekitarnya.
“Warga Minsel yang bermukim di daerah rawan banjir dan longsor pun diharapkan tetap waspada dan di mintakan agar segera mengungsi ke tempat yang lebih aman demi keselamatan kita bersama,” kata Bupati Minsel, Tetty Paruntu.
Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB, Sutopo Purwo Nugroho, mengatakan hujan deras mengguyur Kota Manado sejak Selasa (14/1) hingga saat ini menyebabkan 11 kecamatan terkena dampak banjir di Kota Manado. Banjir terjadi di Kecamatan Sicala, Wenang, Singkil, Wanea, Tunginting, Paal Dua, Paal Empat, dan Bunaken.
Menurut Sutopo banjir bandang di Sulawesi Utara merupakan dampak adanya pusat tekanan rendah di sekitar Filipina. Pusat tekanan rendah itu juga menyebabkan longsor dan gelombang tinggi di sekitar Manado, Sulawesi Utara.
Sumber: manadotoday.com

0 comments:
Post a Comment